Jumat, 17 Juli 2009

Orang Goblok

SOMAD berkeras bahwa pengeboman yang terjadi di JW Marritt Hotel dan Ritz Carlton Jakarta, adalah perbuatan orang goblok. "Bayangkan saja, bagaimana kedukaan keluarga korban akibat kejadian itu?? bayangkan kalau itu terjadi pada keluarga pengebom sendiri?? Pasti menyedihkan. Karena itu aku berpendapat bahwa pelaku pengeoman itu cuma orang goblok," tegas SOMAD.

Menurut SOMAD, dengan dalih apapun, dan sebagai dampak atas persoalan apapun, jika itu merenggut nyawa orang-orang yang tidak tahu duduk persoalan sebenarnya, tentunya perbuatan itu adalah perbuatan tidak bertanggung jawab, tidak bermoral dan bermain seolah-olah dirinya yang paling berkuasa karena dapat menentukan nyawa sesorang akan dicabut.

"Tapi kita khan tidak bisa dengan mudah mencap pengeboman itu diakukan oleh orang bodoh. Paling tidak ada alasan yang melatarbelakangi niatnya untuk melakukan pengeboman. Bisa jadi menurut keyakinannya dengan mengebom atau membunuh orang lain adalah keinginan yang dibenarkan oleh sebuah keyakinan itu sendiri," sela ICANG ingin mengendurkan suasana.

Bukannya makin kendur, SOMAD juatru makin menggebu-gebu menyampaikan bahwa dengan alasan apapun tetap saja itu tindakan bodoh yang dilakukan oleh orang bodoh juga. "Apa nggak ada jalan lain selain, meledakkan bom??, merenggut nyawa manusia lain?? Menurutku tetap saja kebodohan," serga SOMAD.

Lalu suasana agak tenang, ketika SOMAD dan ICANG sama-sama menundukkan kepalanya. Terpekur dalam kesunyian, mengingat peristiwa menyedihkan Jumat 17 Juli 2009. Ketika sebuah ledakan keras menghancurkan sebagian JW Marriott Hotel Jakarta dan Ritz carlton dikompleks Mega Kuningan, Jakarta, serta menelan korban meninggal mereka yang berada disekitar kawasan ledakan tersebut.

"Kenapa orang-orang bodoh berpikiran cupet itu ada dibumi pertiwi ini??" gumam SOMAD sembari membenahi lensa kamerannya.(gong)

Kamis, 16 Juli 2009

Lebih Penting

Seorang kawan saya, yang juga jurnalis sebuah koran harian, setiap pagi selalu mengirim sms, dan isinya selalu sama: Hari ini agendanya apa?. Kecuali Sabtu dan Minggu, kawan itu dengan setia selalu mengirimi saya sms yang sama selama hampir 3 tahun belakangan ini.

Dan dengan setia, saya juga membalas sms itu, dengan menuliskan beberapa agenda kegiatan yang saya tahu. Harapan saya ketika itu, mudah-mudahan kawan saya itu selalu mendapat berita sekaligus foto yang bagus untuk medianya.

Seiring berjalannya waktu, belakangan saya baru tahu ternyata sms itu juga dikirimkan kepada sejumlah rekan jurnalis yang lainnya. Dan balasannya memang sejumlah agenda kegiatan.

Asal tahu, yang namanya liputan selalu diartikan dua hal, yang saling berhubungan dan sepertinya sulit dipisahkan. Ada yang beranggapan setiap kali liputan sama artinya dengan sejumlah rupiah yang diperoleh dari liputan itu. Tetapi banyak juga rekan sesama jurnalis tidak sependapat dengan cara berpikir seperti itu.

"Dia mau datang kalau liputan itu bernilai rupiah. Ada embel-embelnya. Kalau nggak, meskipun penting buat media, tetap saja dia milih yang ada embel-embelnya itu," kata seorang kawan lain kepada saya.

Sampai pagi tadi, kawan saya itu masih tetap mengirimkan sms yang sama: Hari ini agendanya apa? Dan saya masih tetap setia membalasnya dengan agenda-agenda liputan hari itu.
Ternyata...
Ada yang 'lebih penting' dari sekedar sebuah liputan dalam tugas seorang jurnalis....(gong)

Rabu, 15 Juli 2009

Diam-diam....

JAPLUN dengan tegas-tegas, menganggap dirinya adalah seorang jurnalis yang hebat. Karena itu, apa yang dia sampaikan kepada atasannya, seringkali tak ubahnya tita yang tidak bisa ditolak si atasan.

Entah karena si atasan yang kelewat bodoh, atau mungkin si atasan memang nggak ngerti apa-apa, sehingga apapun yang disampaikan JAPLUN tak ubahnya masukan yang bisa membuat karirnya terancam atau bahkan yang paling konyol menjadikan jabatannya bisa-bisa melayang jika tidak dituruti.

Padahal, diam-diam JAPLUN sendiri menyusun kekuatan untuk menggulingkan sang atasan, dalam rangka memperbaiki dan menaikkan statusnya, yang hanya sekedar jurnalis biasa. Beberapa petinggi lainnya dihubungi JAPLUN. Lalu dengan lobi-lobinya yang handal, dan keterampilan khususnya dalam hal menjilat, para petinggi itu akhirnya punya sense yang sama tentang atasan JAPLUN. Harus segera diganti....

Tapi apakah si atasan diam saja melihat akrobat JAPLUN??? Tentu saja tidak. Si atasan mulai mengandalkan senioritasnya di perusahaan untuk memperkuat posisi dan menjalin kemitraan lebih dekat dengan sesama petinggi ditingkatannya. Mengunjungi kerumah-rumah para petinggi dengan dalih silaturahmi. Atau mengirimkan makanan sebagai taktik bertanya-tanya tentang kebisaannya memasak.

Pendek kata, si atasan diam-diam juga melakukan pergerakan untuk mengamankan posisinya. "Aku khan lebih senior. Aku berhak mempertahankan posisi yang aku punya sekarang. Tak peduli aku mampu atau tidak, yang pasti aku sudah berjasa pada perusahaan ini," gumam si atasan.

Sementara JAPLUN dengan langkah pongahnya, dalam hati bergumam: "Kalau aku bisa menggeser kedudukannya, aku akan membuktikan bahwa aku lebih mampu. Selama ini aku sudah membuktikan bahwa aku mampu. Aku harus menduduki posisi itu," ucap JAPLUN dalam hati.

Yang lucu, saat si atasan libur atau tidak masuk kantor, JAPLUN datang pagi-pagi ke kantor, kemudian entah mengerjakan apa, dan saat matahari persis diatas kepala, JAPLUN buru-buru pergi meninggalkan kantor dan tidak kembali lagi.
"Bung!! Ayo kerja, itu Pak Gubernur sudah keluar. Motret!!! Motret!!! Kok ngelamun," tegus seorang teman, membuyarkan mimpiku.(gong)

Jumat, 05 Juni 2009

Art Mural Kebersamaan Dua Negara


Kalau pentas musik atau pagelaran tari bersama dua negara, antara Indonesia dan Prancis, sering digelar di Kota Surabaya. Membuat art mural, Jumat (05/06) kembali digelar oleh seniman Prancis dan Indonesia.

Kali ini tampil DENIS BRUN seniman multi talenta yang berasal dari Marsailles, Prancis, berkolaborasi bersama dengan sejumlah mahasiswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra Surabaya.

Dalam seremonial pembukaan gelar aksi art mural oleh dua seniman, dua negara berbeda, ARIF AFANDI Wakil Walikota Surabaya, bersama dengan sejumlah pejabat terkait dijajaran Pemkot Surabaya, serta YUSAK ANSHORI mewakili Surabaya Tourism Promotion Board (STPB).

“Ini kebersamaan dua negara. Kalau Kota Surabaya jadi lebih cantik dengan aneka karya seni seperti ini, kedepan nanti kita harapkan terjadi peningkatan kunjungan pariwisata di Surabaya,” ujar ARIF AFANDI.

Usai memberikan sambutan serta membuka gelar art mural antara seniman Prancis dan para mahasiswa, Jumat (05/06), ARIF berkesempatan menggoreskan kuas ditembok viaduct Ketabang, sebagai tanda dimulainya kegiatan art mural.

DENIS BRUN yang sudah malang melintang menjelajah sejumlah negara dengan karya-karyanya, terlihat sangat memperhatikan detil karyanya. Menggunakan lakban kertas untuk penyekat warna, DENIS bekerja penuh kehati-hatian.

Sedangkan beberapa mahasiswa DKV UK Petra dengan berseragam kaos warna ungu, Jumat (05/06) terlihat lebih santai, sembari menuangkan ide-idenya ditembok viaduct Ketabang Kali, Surabaya.(gong)

Kamis, 04 Juni 2009

Cari Aman, Cari Muka, Cari-cari.....

Ternyata ...pada kondisi tertentu, cari muka jauh lebih penting dan mendapat penghargaan daripada cari yang lainnya. Kalau bos sedang marah besar lantaran omzet nggak naik-naik, lalu ada saja cara untuk menyalah-nyalahkan orang lain, sebagai penyebab malapetaka itu.

"Saya sudah mati-matian membuat terobosan dan menampilkan informasi yang segar. Tapi kawan-kawan lain tidak ikut mensuport itu. Kawan-kawan lebih memilih membuat informasi-informasi sesuai keinginan masing-masing. Bagaimana dengan loyalitas dan perjuangan menjadi media terbaik??? Bisa-nisa cuma saya yang punya keinginan untuk maju???" ujar PANDIR.

Walhasil, upaya cari muka yang dilakukan PANDIR berbuntut, rotasi diantara sesama pekerja media tersebut. Buntutnya, si PANDIR ada posisi seperti yang sesuai diinginkannya.

Tapi giliran mendapaat tugas untuk mencoba melakukan pengembangan media tempatnya bekerja, si PANDIR kebingungan bukan alang kepalang. Berbagai situs dioprek, berbagai portal disurfing. Mulai dari situs lokal sampai portal berbahasa Rusia.

"Kebutuhan untuk mengembangkan sebuah bentuk organisasi bukan cuma berdasarkan panduan atau literatur, tetapi juga harus dibarengi dengan kecerdasan dan leadership yang sudah teruji sekian tahun. Nggak bisa instan saja, ada keberanian untuk melakukan inovasi, perubahan, dan bukan menikmati kebahagiaan alih-alih jasa yang sudah diberikan bagi perusahaan. Artinya, bukan karena lama bekerja pada perusahaan, tetapi lebih pada kemampuan dan kapabilitas membaca situasi serta merebut masa depan," ujar seorang pakar komunikasi.

Lalu apa yang harus kita lakukan??? Cari muka, cari aman, atau cuma cari-cari saja???.(gong)