Senin, 07 Mei 2012

Siswa Tunanetra Ikuti UN SD 2012

“Mereka tetap mengikuti aturan atau ketentuan sesuai dengan sekolah pada umumnya. Tidak ada tambahan fasilitas buat mereka. Tambahan waktu mengerjakan soal ujian, misalnya tidak berlaku bagi mereka”. {jpg*2}Nurul Gimawati S.Pd, Kepala SD LB A YPAB Surabaya, Senin (7/5/2012) kepada suarasurabaya.net, menyampaikan hal itu saat ditanya soal kebijakan bagi siswa tunanetra mengikuti pelaksanaan ujian nasional tahun ini. Sejak awal, lanjut Nurul, seluruh siswa mendapatkanperlakuan terkait pelaksanaan belajar mengajar hampir tidak dapat diberdakan dengan siswa sekolah lain pada umumnya. Termasuk proses pembelajaran. “Tentunya memang ada beberapa perbedaan mendasar jika dibanding dengan siswa sekolah pada umumnya. Tetapi untuk proses pembelajaran, diantaranya pelaksanaan ujian, perlakuannya sama,” sambung Nurul. Bukan karena kecacatannya, kemudian para siswa SD Luar Biasa (LB) jurusan A Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya ini lalu mendapatkan fasilitas atau kebijakan khusus saat pelaksanaan ujian nasional. “Kalau untuk mengerjakan soal ujian diberikan waktu sampai dua jam, maka siswa tunanetra juga mendapatkan kesempatan mengerjakan soal ujian 2 jam,” kata Nurul saat berbincang dengan suarasurabaya.net. Kedua siswa tunanetra, masing-masing adalah Bambang Sujono dan Nurulita Azizah, sejak awal, oleh sekolah sudah diberikan pemahamanan sehubungan dengan pelaksanaan ujian, bahwa mereka mendapat perlakuan sama seperti siswa sekolah lainnya. “Dan Alhamdulillah, para siswa kami sudah memahami itu. Sehingga satu-satunya upaya yang dapat kami lakukan adalah menganjurkan pada siswa untuk belajar lebih giat,” pungkas Nurul Gimawati S.Pd, Senin (7/5/2012).(gong)

Kamis, 29 Desember 2011

Catatan Akhir Tahun...

sepertinya,...tahun 2011 memang memberikan beragam, beraneka, serta bermacam-macam warna kehidupan...
kalau didiamkan pasti bukan sesuatu tetapi jika tidak didiamkan maka akan menjadi sesuatu yang lainnya...

nggak akan pernah ada keindahan atau kesenjangan dalam perspektif tiap orang ....
beda itu biasa...
yang penting asiikkkk...(gong)

Kamis, 06 Januari 2011

2011

Selamat tahun baru!!!

Kawan dimanapun berada,
terus terang,....saya kadang ragu dengan keinginan saya untuk lebih rutin menulis disini. Bukan apa-apa, jika memang sudah tiba waktunya untuk saya mulai menulis,...ternyata keinginan itu menjadi sirna seiring dengan makin banyaknya tugas yang tiba-tiba saja datang menggunung.

Diawal tahun 2011, saya ingin berucap: Selamat Tahun Baru!!! Siapapun, dimanapun, semoga selalu mendapat ridho dan pahala serta nasib baik selalu dari TUHAN.

Dan inilah awal tahun itu.....Selamat Tahun Baru.(gong)

Jumat, 12 November 2010

Sistem Korup

Kata seorang kawan, jika sebuah sistem mulai terjangkiti praktek-praktek korup dalam bentuk aapun, korupsi waktu, korupsi pekerjaan, sampai korupsi dalam arti sesungguhnya, menggunakan uang yang bukan haknya. Maka bersiaplah untuk melahirkan para penjilat. Karena mereka itu akan menjadi penjilat demi menyelamatkan dirinya sendiri.

Bila perlu menggunakan segala daya upaya, agar tetap menarik dimata bos....menjadi pnjilat seringkali memang bisa selamat dan lolos dari seleksi ketat yang dilakukan para bos. Tak penting mampu atau tidak, kalau bos sudah menentukan kamu jadi kodok, maka jadilah sipenjilat itu kodok.

Kalau ngomong prestasi, para penjilat biasanya tak punya banyak isi otak, selain sejumlah strategi bagaimana bisa membuat senang para bos. Bukan mengajukan strategi bagaimana perusahaan atau divisi yang ada menjadi maju dan berkembang, tetapi justru mencari peluang bagaimana bos tidak tahu bahwa diam-diam si penjilat itu sudah menggunakan uang kantor untuk kepentigan pribadinya.

jadi,...
kalau ditempat kerja Anda sudah mulai terlihat berlangsung aksi-aksi atau praktek-praktek korup, maka bersiaplah menantikan lahirnya para penjilat....atau jangan-jangan Anda justru memilih menjadi penjilat???.(gong)

Kamis, 19 Agustus 2010

Ramadhan

Meski hampir 40 tahun, saya mengalami dan menjalani masa-masa Ramadhan tanpa harus ikut menjalankannya, tetapi ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. Paling tidak, selalu mengusik saya ketika Ramadhan itu tiba.

Apa benar, kalau Ramadhan, umat muslim tidak diharuskan bekerja keras?? Karena, hal itu pernah saya coba tanyakan kepada beberapa kawan Muslim. Dan jawaban mereka masih belum memuaskan saya.

Mengapa itu mengusik saya? Beberapa teman dengan gampangnya meninggalkan kantor atau malah memilih pulang, alih-alih mempersiapkan Buka Puasa. Atau malah ada yang memilih datang kekantor agak siang, kemudian menjelang persiapan Buka Puasa pulang lebih dulu.

"Kenapa repot-repot. Ini khan Ramadhan, ngapain mesti dikantor lama-lama?? Orang kantor juga maklum kok kalau semua orang pada Puasa. Datang agak siang gak masalah, mereka maklum kok kita khan mempersiapkan Makan Sahur sejak dini hari. Entar pulang agak sore, buat nyiapin Buka Puasa," ujar seorang teman.

Waduuuuhhh!!!! Apa benar Ramadhan itu kemudian menjadikan karyawan yang biasanya bekerja keras harus mengurangi 'kekerasan kerjanya' dengan dalih Puasa Ramadhan?? Apakah Ramadhan menjadikan jam kerja dikurangi??(gong)