Rabu, 13 Agustus 2008

Industri Komunikasi Tanpa Komunikasi

HENDRO cuma sebagian kecil dari sebagian besar persoalan orang-orang media dinegeri ini. Persoalan mendasar dari hikmah yang bisa dipetik atas peristiwa HENDRO, adalah: bahwa mereka yang berada dalam lingkup industri media seringkali terjebakpada kondisi tidak adanya komunikasi diantara mereka.

Seringkali, industri ini menyuarakan demokratisasi, kebebasan menyampaikan ide, menyuarakan kebenaran itu, menjadi ambigu. Tetapi seringkali juga mereka yang berjuang dirana itu harus berhadapan dengan 'tembok-tembok' aturan berkedok demi stabilisasi.(kok seperti zaman rejim SUHARTO ya).

Kawan-kawan yang entah tidak tahu, tidak mau tahu, atau hanya tahu sedikit saja, sebenarnya punya hak untuk dapat membela diri sendiri atau dengan mendapat bantuan dari siapa saja, jika suatu ketika berhadapan dengan persoslan-persoalan yang muncul lawan industri tempatnya berkarya.

"Itulah pentingnya punya serikat pekerja, perkumpulan karyawan, atau organisasi pekerja, atau apapunlah namanya. Kita bisa mendapatkan perlakukan sebagai pekerja dengan profesionalitas. Dan bukan sekedar pekerja yang diminta setia kepada institusi tetapi tidak diberikan kebebasan untuk melakukan ekspresi dan menyampaikan ide-ide. Itu pengekangan, seperti masa devide et impera," tutur IMAN D. NUGROHO orang AJI.(gong) 

Tidak ada komentar: