Senin, 22 September 2008

Berkumpul, Bergerombol....

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat bertemu dengan ADAM. Satu diantara kolega saya yang beberapa saat terakhir 'terpaksa' harus berurusan dengan tempatnya bekerja.

"Aku bingung memilih dua pilihan yang menurutku sama-sama tidak mengenakkan. Bukan persoalan apa-apa, pilihan itu sama-sama tidak memberikan apa-apa, minimal kepuasan buat aku. Kalau aku kembali tetapi tidak tahu pasti apa yang harus aku kerjakan, percuma. Katanya kawan-kawan yang masih bertahan, sekarang ini memang lebih banyak tidak melakukan apa-apa. Pilihan lainnya, aku diberhentikan lantaran efisiensi. Lho kok....," ujar ADAM.

Sampai saat ini, persoalan ADAM dan persoalan HENDRO memang tepisah. Sengaja tidak disatukan atau memang terpisah yang pasti masing-masing harus dihadapi dan ditindaklanjuti oleh Suarasurabaya Media.

Kalau dulu, dulu sekali, 'eksekusi' terhadap AGUNG, YUSUF KIKI atau yang lainnya, yang sudah terlebih dulu meninggalkan Suarasurabaya Media, sangat smooth, atau boleh dibilang lancar, sekarang tidak.

Untuk ngurusi eksekusi-nya HENDRO 'terpaksa' Suarasurabaya Media harus terekspos media lain. Tapi mungkin itu memang resiko, toh jarang-jarang perusahaan ini diekspos oleh media lain di Kota Surabaya ini.

Lebih dari itu, sebenarnya harus ada kebijakan lebih wise dalam rangka munculnya persoalan-persoalan seperti yang dialami oleh ADAM atau HENDRO atau mungkin kawan-kawan lainnya di Suarasurabaya Media.

Menurut saya, keberadaan lembaga, institusi, perkumpulan, afiliasi, gerombolan atau apapun sebutannya untuk ikut memperjuangkan, menyuarakan atau berposisi sebagai mediator antara para pekerja dengan perusahaan, mutlak, sekali lagi mutlak diperlukan. Bagaimana kawan-kawanku??.(gong)

1 komentar:

LOMBOK! mengatakan...

makanya aku bergerombol dengan AJI. aku bener2 butuh bergerombol biar tercipta sebuah kekuatan besar. perjuangan William Wallace dibilang oke karena dia berhasil mengumpulkan massa untuk menghancurkan dominasi Inggris di skotland.

dominasi sah-sah saja, tapi kalau sudah mengarah ke tirani, ya perlu dihancurkan.

misalnya menghancurkan perusahaan yg gak mau bayar THR, yang mecat karyawannya seenak udele dewe, yang asal main perintah tanpa menggunakan otak dgn benar, dan memperkosa hak2 karyawan.


bakul lombok