Kamis, 11 September 2008

Jangan-jangan....Jangan-jangan


Kok tiba-tiba naluri intelejen saya (...maklum dulu jaman kuliah sempat mendapat didikan sebagai intelejen untuk menjadi spion direzim pergolakan mahasiswa diera Soeharto...) mengatakan sesuatu yang berbeda, ada indikasi persoalan lain yang lebih urgen, dari persoalan HENDRO DWIJO LAKSONO melawan Suarasurabaya Media.
Ini riil. Coba kawan-kawan pahami dengan logika sederhana. Kalau ditelisik sejak awal, sejak awal, sekali lagi sejak awal dulu, ... siapa orang pertama yang melaporkan bahwa HENDRO dianggap melakukan kesalahan dengan tuduhan membahayakan perusahaan lantaran mengerjakan sesuatu yang kemungkinan mengandung unsur berbenturan dengan core business perusahaan tempatnya bekerja?
Bahkan sampai muncul istilah KPK (Kelompok Pemeriksa Komputer), ketika personal komputer yang biasa digunakan HENDRO mengerjakan tugasnya, harus diaudit?? Siapa orang yang memerintahkan itu??
Dan ketika pertemuan bipartit berlangsung di wilayah Suarasurabaya Media baru-baru ini, mengapa justru hanya ROMI FEBRIANSYAH yang harus menghadapi HENDRO DWIJO LAKSONO???
Saya sempat mendengar cerita dari HENDRO sebelum berlangsungnya pertemuan-pertemuan atau dengan kata lain pemanggilan dirinya, bahwa ROMI tidak mampu menjelaskan kesalahan secara rinci yang sudah dilakukan HENDRO. Bahkan berulangkali HENDRO meminta ROMI untuk menjelaskan kembali kesalahan apa yang sebenar-benarnya sudah dilakukan HENDRO sehingga dianggap membahayakan perusahaan.
Bisa jadi, menurut saya, berdasarkan pengalaman sebagai mantan orang yang pernah mendapat latihan intelejen, ROMI FEBRIANSYAH tidak dapat menjelaskan itu. "Karena sejatinya ROMI tidak tahu persis duduk persoalan sebenarnya!!!" tegas HENDRO. Seharusnya adalah orang pertama yang menimpahkan kesalahan itulah yang bisa menjelaskan secara rinci dan detil apa sebenarnya kesalahan yang sudah dilakukan HENDRO!!!
"Kalau begitu, bisa jadi ROMI FEBRIANSYAH cuma jadi eksekutor saja, tanpa tahu duduk persoalan yang sebenarnya dong?? Wah kasihan juga kalau ROMI kemudian dianggap tidak mampu mengeksekusi HENDRO. Bisa saja ROMI dianggap gagal mengemban tugas dari perusahaan. Jangan-jangan ini ada konspirasi busuk untuk menggoyang posisi ROMI yang memang tergolong luar biasa.....Waduuuhhh...jadi ingat jaman pergerakan dulu nih," gumam saya dalam hati.
Kalau benar analisa saya, jangan-jangan kasus HENDRO DWIJO LAKSONO melawan perusahaan tempatnya dulu bekerja ini, merupakan sebuah grand design pihak-pihak tertentu yang merasa posisi dan kedudukannya tidak aman, atas kehadiran HENDRO.
Namun demikian bisa jadi HENDRO sekedar target antara saja, sedangkan bahaya latent sesungguhnya adalah menggoyang bahkan mungkin menjatuhkan ROMI karena dianggap terlalu cepat 'menduduki' jabatan yang luar biasa, Direktur Keuangan. Sekedar mengingatkan, ROMI belum lima tahun bekerja di Suarasurabaya Media, tetapi dengan cantik dan elegan bisa langsung menduduki posisi itu. Jangan-jangan.....Jangan-jangan....Jangan-jangan...jangan-jangan...(gong)

1 komentar:

Andrie Sukiswoko mengatakan...

cek, cek, cek. Apapun itu, wong namanya persaingan. dijalankan dengan etis bakal susah menjatuhkannya, agar lebih muda maka harus dipolitisir. Ato ada unsur lain, Romi pura pura tidak bisa menjawab, tapi sebenarnya dia tahu dengan alasan bela Kantor. telisik lagi dengan kasus sebelum Kang Hendro bergulir. Tentunya kawan kawan masih ingat sama Br dan Dn. Yang konon, kalau boleh disebut distrata perusahaan mereka adalah atas dan bawah. dan siapapun yang mendekat diangap kroni. itupun yang maju adalah Romi. Bisa saja Romi juga mau dianggap sebagai pahlawan pada kasus kasus tersebut, sehingga berhasil mengesekusi kawan kawan yang dulu saya pernah merasakan berjuang bersama mereka. ato dengan kata lain dia (Romi) ingin menonjolkan diri, bahwa kantor tempatnya bekerja tidak sia sia ngangkat dia jadi Direktur. Sorry hanya pendapat awam, salam.