Selasa, 02 September 2008

Was...Wes...Wos...

Saya punya teman. Laki-laki. Pintar, cerdas dan jago melobi. Gayanya yang memang flamboyan, sering membuat gadis-gadis harus menahan nafas, saat berpapasan dengan teman saya itu. Katanya, gaya berjalan dan tatapan matanya sangat teduh dan memabukkan, sedangkan lambaian tangannya yang kokoh seolah kuat menahan tubuh setiap gadis.

Pokoknya teman saya itu, perfect. Sayangnya, teman saya itu kerap tidak percaya diri. Lantaran kurang percaya diri itulah yang membuatnya kerap kecewa karena lebih sering minta petunjuk kepada orang-orang lain yang tidak kapabel untuk memberikan masukan.

Dengan kata lain, teman saya itu lebih percaya kepada para 'pembisiknya' yang memang cuma bisa membisikkan sederet kata-kata kosong yang tujuannya memang menghibur sekaligus 'menjilat' kuping teman saya itu.

Kalau dibandingkan dengan orang lain yang punya kedudukan hampir sama, maksudnya sama-sama kaya dan terpelajar, teman saya tergolong kurang beruntung. Karena ternyata lebih percaya kepada 'pembisiknya'. Sementara orang-orang lain lebih percaya kepada kemampuan dirinya dan kapabilitas serta keterampilannya sendiri.

Ditempat saya bekerja juga banyak 'pembisik' yang kerjanya tak lebih dan tak kurang hanya sekedar menjadi 'pembisik'.....mau lebih dari itu?? gak mungkin??!! karena untuk bicara saja tidak mampu...bisanya cuma bisik-bisik!!!

...was...wes...wos....was....wes....wos....was...wes...wos...was...was...was...wes....wos....was...was
...was...was(gong)

1 komentar:

NoVri mengatakan...

lambaian tangannya yang kokoh seolah kuat menahan tubuh setiap gadis.

Hah ?? temanmu yang mana ini mas???